Cerita Terakhir Sejarah Keris Kyai Setan Kober | Perebutan Kasultanan Demak | Karya Apung Swarna

Cerita Terakhir Sejarah Keris Kyai Setan Kober - Cerita yang di tulis oleh Apung Swarna yang mengisahkan perebutan kasultanan demak jawa tengah. Cerita mistis tentang keris kyai setan kober sampai selesai yang akan saya ulas atau bagikan disini blog Mediapii.my.id

Dengan gugurnya Aryo Penangsang dan Patih Matahun tidak ada lagi orang yang diharapkan bisa menggantikan sebagai Adipati. Yang ada  tinggal Anderpati dan Sekar Jagad sementara Aryo Mataram tidak bisa diandalkan. Anderpati dan Sekarjagad sangat marah kerena mereka kehilangan guru dan saudara seperguruannya. Tetapi merekapun menyadari tidak mungkin lagi untuk mempertahankan Jipang. Apalagi Sekar Jagad yang sebenarnya tidak mempunyai kepentingan apapun di Jipang. Belum lagi dihadapkan kenyataan bahwa ada seseorang yang tidak dikenalnya yang mampu mengimbangi dirinya dalam olah kanuragan. Karena itu akhirnya Begawan Sekarjagad memutuskan untuk kembali ke padepikannya dengan membawa murid2nya yang menjadi prajurit Jipang. Dengan keputusan Begawan Sekar Jagad tersebut Anderpati menjadi kehilangan pegangan. Mau menerukan peperangan jelas tidak mungkin tetapi untuk menyerah ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Pajang terhadapnya. Karena itu akhirnya Anderpati memutuskan untuk melarikan diri.   

Pagi itu setelah mempersiapkan diri pasukan Pajang segera menyeberangi sungai menuju kadipaten. Tidak ada hambatan apapun bagi prajurit Pajang untuk menguasai kadipaten. Sementara prajurit jipang yang masih berada di hutan seperti anak ayam kehilangan induknya, apalagi mereka tidak punya perbekalan apapun.    

Siang itu Penjawi, Pemanahan dan Juru Martani mengadakan rapat pleno dan memutuskan untuk memberikan amnesti kepada seluruh prajurit Jipang yang mau menyerah. Karwna itu segera dibuat selebaran yang ditempel di mana2 yang berisi pengumuman tersebut. Tidak lupa dibikin flayer gang diikat di burung dara dan dilepaskan dekat posisi prajurit Jipang. Mengetahui pengumuman tersebut prajurit jipang segera keluar dari hutan dan menyerahkan diri.

Untuk menjaga segala kemungkinan di Jipang ditempatkan satu kompi prajurit Pajang. Seluruh sisa  pasukan Pajang sisanya ditarik kembali ke Pajang   sedang pasukan dari Sela langsung kembali ke Sela.

Kehadiran  Penjawi, Pemanahan dan Juru Martani serta Sutawijaya dengan pasukan Pajang di elu2kan dengan sangat meriah oleh rakyat Pajang dan diterima langsung oleh Sultan Hadiwijaya di alun2 Pajang.  Sepanjang jalan dipasang umbul2 dan penduduk dipinggir jalan mengibarkan bendera gula kelapa.  Sebagai penghargasn atas jasa2nya kepada Penjawi, Pemanahan, Juru Martani dan Sutawijaya diberikan Satya Lencana Mahajaya yang merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Sultan berikut hadiah yang sudah dijanjikan. Dan kepada seluruh prajurit yang berjasa diberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.

Malam itu segera diadakan pesta yang sangat meriah, dengan berbagai makanan dan hiburan semalam suntuk. Namun Sultan Hadiwijaya hanya nenghadiri sampai tengah malam kemudian menyusul permaisuri yang sudah tidur lebih dahulu. Sultan Hadiwijaya sangat lega karena klilip yang menjadi ancaman Pajang sudah dimusnahkan. Perlahan Sultan membaringkan dirinya disamping pernaisuri dan tanpa disadari tersenyum sendiri membayangkan dua kemenakannya yang sebentar lagi akan diboyong ke Pajang untuk menjadi selirnya.

*SELESAI*

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Related Post
cerita